Tradisi Nyadran Tetap Lestari di Desa Meteseh

KENDAL – Masyarakat Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, terus melestarikan tradisi Nyadran yang digelar di Makam Rowosari.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dusun Rowosari Kasno, Ketua RW 05 Surwanto, Modin Rowosari Ustadz Suparyono, serta tokoh agama K.H Ahmad Kholil Al Hafidz.

Acara tersebut diikuti perwakilan warga dari perwakilan 32 RT se-Rowosari dan dilaksanakan pada Jumat Kliwon, yang bertepatan dengan 23 Januari 2026.

Kasno menyampaikan bahwa Nyadran dikenal juga dengan sebutan Ruwahan dan merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Islam yang masih dijaga oleh masyarakat.

“Acara nyandran dilaksanakan rutin memasuki puasa ramadhan, khususnya di Jumat Kliwon, ini merupakan bentuk melestarikan dan mejaga budaya leluhur agar tetap ada,”ujarnya.

Modin Rowosari Ustadz Suparyono menjelaskan bahwa Nyadran bertujuan mendoakan leluhur, mengingatkan manusia akan kematian, serta menjaga nilai gotong royong dan keharmonisan melalui kenduri dan makan bersama.

Ketua RT 014 RW 05 Rowosari Joko Susanto menegaskan bahwa tradisi Nyadran atau nyekar merupakan kegiatan budaya dan religius yang rutin dilakukan masyarakat Rowosari menjelang bulan suci Ramadan serta menjadi simbol silaturahmi dan kebersamaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *