السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Oleh : Ateng Chozany Miftah
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadlirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, Karunia, Taufiq, serta Hidayah-Nya, sehingga alhamdulillaah sampai saat ini kita mash diberi kekuatan dan semangat serta istiqamah untuk terus mengabdikan diri bagi keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an melalui organisasi BADKO TPQ/LPQ yang kita cintai. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjunan kita Nabi Agung Muhammad S.A.W.
Tidak terasa, keberadaan serta kiprah BADKO TPQ JAWA TENGAH, sampai dengan saat ini sudah berlangsung selama 30 Tahun.
Sudah barang tentu banyak catatan dari perjalanan selama 30 tahun tersebut. Baik yang menggembirakan, namun bisa juga ada catatan-catatan yang belum sesuai harapan.
Tergugah oleh kecintaan terhadap BADKO TPQ/LPQ JAWA TENGAH yang tidak mungkin pupus, dalam kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan orek-orekan tetang KILAS BALIK 30 TAHUN BADKO TPQ/LPQ PROPINSI JAWA TENGAH.
Satu harapan, semoga orek-orekan ini dapat menggugah kita semakin mantap mencintai serta setia dan bangga terhadap BADKO TPQ/LPQ. Terus bersemangat mengabdi dan mendukung tercapainya TUJUAN serta MISI didirikannya BADKO TPQ/LPQ.
Semoga Allah SWT senantiasa menyertai dan meridhai pengabdian kita. dalam ikut mengupayakan tercapainya TUJUAN serta MISI BADKO TPQ/LPQ tersebut.
Aamiin yaa Rabba-al-‘Aalamiin.
I.LATAR BELAKANG dan PROSES BERDIRINYA BADKO TPQ JAWA TENGAH
1.Latar Belakang Berdirinya BADKO TPQ Jawa Tengah
Ada hal-hal mendasar yang melatarbelakangi didirikannya BADKO TPQ Jawa Tengah, antara lain sebagai berikut:
a. TPQ sebagai Lembaga Pendidikan non formal, tumbuh pesat di seluruh wilayah Jawa Tengah.
b. Dengan semakin banyaknya jumlah TPQ tersebut, muncul kebutuhan untuk membentuk Badan Koordinasi (BADKO) di tingkat Propinsi, guna mengkoordinir, menyatukan program, meningkatkan profesionalisme Guru, dan memastikan tatakelola TPQ yang baik
2.Penggagas dan Tahun Berdirinya Secara Efektif
BADKO TPQ PROPINSI JAWA TENGAH, terbentuk dan beroperasional secara efektif pada tanggal 4 Mei 1996 bertepatan dengan tanggal 16 Dzul Hijjah 1416 Hijriyah.
Hal ini terbentuk atas gagasan dan prakarsa Ka Kanwil Depag Jawa Tengah yang saat itu dijabat oleh Bpk.Drs H. Ali Muachor. Serta didukung oleh beberapa tokoh pegiat Al-Qur’an antara lain: Drs.Habib Hasan Thoha Putra, Drs.Ahyani, Drs Wahid Hasyim, Drs Nur Fauzan Ahmad, Ustdz Mustofa AY, Ustdz Fatquri Busyaeri, Ibu Uswatun Hasanah,dan Ibu Titin Fanani.
3.Tahapan dan Proses Berdirinya
Terbentuknya BADKO TPQ Jawa Tengah, berproses melalui beberapa tahapan yang cukup panjang, antara lain sebagai berikut.
a.Diawali berdirinya TK Al-Qur’an dan terbitnya Buku Metode IQRA
Lahirnya BADKO TPQ diawali dengan berdirinya TK Al-Qur’an pada tanggal 1 Juli 1988 di Raudhotul Mujawwidin Kebon Arum Semarang, yang diprakarsai oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi. Setahun berikutnya diikuti tersusun dan terbitnya Buku Metode IQRA yang disusun oleh KH. As’ad Human Yogyakarta.
b.Berdirinya PUSPAQ di Semarang
Sejalan dengan pesatnya perkembangan TPA, maka atas prakarsa KH. Ahmad Dahlan dibantu oleh aktivis pendidikan Al-Qur’an murid dari KH. Ahmad Dahlan, maka berdirlah Forum Ukhuwah Silaturrahmi Pengajar Pendidik Al-Qur’an (PUSPAQ) di Semarang dengan Susunan Pengurus: Ketua Ustadz Zainuri, Wakil Ketua Ustz Nur Fauzan Ahmad, Sekretaris Ustz Fatquri Busyaeri dan Penasihat KH Hanif Ismail
c.Terbentuk BADKO TPQ Jawa Tengah
Proses selanjutnya, sejalan dengan semakin berkembang pesatnya jumlah TPQ di Jawa Tengah. sekali lagi atas prakarsa Ka Kanwil Depag Jateng Drs. Ali Muachor dibentuklah BADKO TPQ Jawa Tengah, dengan kepengurusan awal: Ketua: Drs. Habib Hasan Thoha, dibantu oleh tokoh-tokoh lainnya: Drs. Ahyani, Drs. Wahid Hasyim, Drs. Nur Fauzan Ahmad, Ustdz Mustofa AY, Ustadz Fatquri Busyairi, Ibu Uswatun Hasanah, dan Ibu Titin fanani.
d.Kepengurusan awal tidak berjalan efektif
Kepengurusan awal dari BADKO TPQ Jateng ternyata tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan dana untuk mengoperasionalkan organisasi. Juga disebabkan oleh tempat tinggal para pengurus yang berjauhan sehingga menyulitkan komunikasi dan koordinasi.
e.Terjadi pergantian Pengurus
Baru pada Tahun 1996, ada pergantian Pengurus dan berjalan efektif, dengan Ketua Umum Ibu Siti Maryam Ahmad selama dua periode, dengan periode kepengurusan selama 5 Tahun.
II.MISI BESAR BADKO TPQ/LPQ PROPINSI JAWA TENGAH
Ada dua Misi Besar dan strategis yang diemban oleh BADKO TPQ/LPQ Jawa Tengah, yaitu:
1. Menumbuh kembangkan keberadaan LPQ di Jawa Tengah, baik secara kuantitatif (jumlahnya) juga kualitatif (kualitasnya).
2. Menyiapkan Generasi Qur’ani yang Kokoh Ber’aqidah, Rajin Beribadah, Cinta Tanah Air dan NKRI (berwawasan Kebangsaan)
III.TERJADI PERUBAHAN NAMA
Melalui Musprop VII Badko TPQ Jawa Tengah Tahun 2022, nama BADKO TPQ diubah menjadi BADKO LPQ. Hal ini seiring dengan terbitnya Keputusan Dirjen Pendis Kemenag RI No. 91 Tahun 2020, tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an, khususnya menyangkut hal-hal sebagai berikut:
a.Regulasi Tata Kelola
Intinya menata kelembagaan manajemen dan regulasi pendidikan Al-Qur’an secara lebih proporsional serta mampu menjawab tuntutan keadaan.
b.Peningkatan Mutu Pendidikan
Bertujuan meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an dalam masyarakat sesuai dengan tantangan zaman
c.Perluasan Akses
Mendukung upaya peningkatan serta perluasan partisipasi masyarakan dalam pendidikan Al-Qur’an
d.Fokus LPQ
Memberikan pedoman teknis bagi pengelolaan LPQ, dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
IV.PERIODE KEPENGURUSAN DAN PENJABAT KETUA UMUM
1.Periode Kepengurusan
Selama dua periode pada awal pendiriannya, periode kepengurusannya 5 Tahun, sedangkan periode kepengurusan selanjutnya, sesuai dengan AD & ART, ditetapkan selama 4 Tahun.
2.Penjabat Ketua Umum Untuk Masing-Masing Periode
Penjabat Ketua Umum BADKO TPQ/LPQ Jateng untuk masing-masing periode kepengurusan adalah sebagai berikut.
• Periode awal : Drs. H. Toha Putra (tidak berjalan efektif)
• Periode 1996 – 2001: Ibu Hj.Siti Maryam Ahmad
• Periode 2001 – 2006: Ibu Hj. Siti Maryam Ahmad
• Periode 2006 – 2010: H.Ateng Chozany Miftah, SE, MSi
• Periode 2010 – 2014: H.Ateng Chozany Miftah, SE, MSi
• Periode 2014 – 2018: H.Ateng Chozany Miftah, SE, MSi
• Periode 2018 – 2022: H.Ateng Chozany Miftah, SE, MSi
• Periode 2022 – 2026: H. Drs Sihabuddin, MM
• Berkaitan dengan wafatnya Bpk.Drs.Sihabuddin, MM, terhitung mulai Tanggal 28 Desember 2025, melalui Rapat Pleno, ditunjuk Ketua Umum Antar Waktu, yang dijabat oleh Drs.H.M. Nur Fauzan Ahmad, MA.
• Ada beberapa ikhwan Pengurus Badko yang telah wafat mendhului kita, diantaranya: Ustdz. Fatquri Busyairi (Sekum periode 2026-2010 dan 2010-2014), Ustdzh Uswatun Hasanah (Dewan Pakar), Ustdz. Khumaidi (Dewan Pakar), Ustdz.Sihabuddin (Ketum 2022-2026), dan Ustdz Mustaqim (Ketua BADKO TPQ Jepara). Allaahummagfir lahum, warhamhum, wa ‘aafihim wa’fu ‘anhum, waj’alhum min ahlil Jannah.
V.GAMBARAN UMUM KINERJA BADKO TPQ/LPQ PROVINSI JAWA TENGAH
Beberapa catatan gambaran garis besar dari capaian Kinerja BADKO TPQ, antara lain sebagai berikut.
1. Sampai dengan Tahun 2006, keberadaan BADKO TPQ di Kabupaten/Kota, masih kurang dikenal/belum familier dengan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota serta Instansi Perangkat Daerah lainnya.
2. Sehubungan dengan hal tersebut, pada Tahun 2007, BADKO TPQ Jawa Tengah melakukan Road Show Pengenalan (Sosialisasi) keberadaan BADKO TPQ ke Seluruh Pemerintah Kabupaten / Kota se Jawa Tengah dengan mengundang Unsur Pemda, DPRD, Kemenag, Dinas Pendidikan, Pengurus BADKO Kab/Kota, serta pengelola TPQ se Kab/Kota yang bersangkutan,
3. Pasca dilakukannya Road Show tersebut, keberadaan BADKO TPQ mulai dikenal dan bahkan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kab/Kota dan Kemenag.
4. Berkat adanya dukungan dari Pemda Kab/Kota dan Kemenag, sampai dengan saat ini, sudah terbentuk LPQ di seluruh Kabupaten/Kota sampai Tingkat Kecamatan di seluruh Jawa Tengah dengan total jumlah Lembag. Asatidz dan Santri sebagai berikut:
• Jumlah LPQ : 33.376
• Jumlah Asatidz: 155.201
• Junlah Santri : 1.248.304
5. Secara rutin setiap 3 Tahun sekali mampu menyelenggarakan Festival Anak Sholeh (FASI) Tingkat Jawa Tengah
6. Secara rutin belum pernah absen mengikuti Festival Anak Soleh Indonesai (FASI) Tingkat Nasional, dan secara umum selalu menduduki TIGA BESAR JUARA.
7. Bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah, menyusun dan menerbitkan Kurikulum TPQ dan mendisribusikannya ke seluruh BADKO TPQ Kab/Kota secara gratis.
8. Pada Tahun 2010, 2011 dan 2012, bekerjasama dengan Ditjen PAUD Kem Diknas RI, merintis dan menyelenggarakan Proyek Percotohan Penyelenggaraan PAUD TPQ di Jawa Tengah. Tahun 2011 berjumlah 205 Unit, Tahun 2012 berjumlah 205 Unit, dan tahun 2012 berjumlah 280 Unit (Total 690 unit). Jumlah alokasi dana rintisan per Unit masing-masing sebesar Rp.12.500.000.(Jumlah total: Rp, 8.625.000.000,– (8,625 Milyard), sepenuhnya bersumber dari Ditjen PAUD Kem Diknas.
9. Dari hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan Proyek Percontohan PAUD TPQ tersebut, Ponpes Assalam Bandungan ditetapkan sebagai PAUD TPQ Percontohan.
10. Beberapa PAUD TPQ (PAUD Berbasis Al-Qur’an) tersebut, kini sudah berkembang sangat baik dengan memilki Sekolah Formal.
11. Telah terbentuk KOPERASI Badko LPQ Jawa Tengah dengan nama KOPERASI WAHANA SANTRI MANDIRI.
12. Usaha Koperasi yang telah berjalan antara lain : pengadaan Seragam Ustadz dan Santri BADKO TPQ/LPQ, dan Buku Dinul Isam Jilid 1,2,3 yang disusun oleh Alm. Bpk. Drs H.Sihabudin, MM.
13. Bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah, menyusun dan menerbitkan Kurikulum LPQ dan mendisribusikannya ke seluruh BADKO TPQ Kab/Kota.
14. Mendukung penyusunan Buku Bahan Ajar Dinul Islam oleh Bpk. Drs. Sihabuddin,MM, dan mendistribusikannya (menjual) ke seluruh LPQ di Jawa Tengah melalui BADKO Kab/Kota lewat Koperasi Wahana Santri Mandiri.
VI.HAL-HAL YANG MASIH PERLU MENDAPATKAN PERHATIAN
1.Peningkatan Mutu Hasil Pedidikan Al-Qur’an
Sesuai dengan Misi Besarnya, perlu lebih ditingkatkan Pengendalian dan Peningkatan Mutu Hasil Pendidikan Al-Qur’an, melalui antara lain:
a. Perlu adanya Standar Mutu Pendidikan Al-Qur’an dari BADKO LPQ Provinsi Jawa Tengah.
b. Perlu diselenggarakannya Sistem Ujian Bersama oleh masing-masing BADKO Kabupaten/ Kota dengan berpedoman kepada Standar Mutu serta Standar/Syarat kelulusan yang ditetapkan oleh BADKO LPQ Propinsi Jawa Tengah.
c. Ditingkatkan serta diintensipkan pembinaan terhadap kapasitas dan kapabilitas Asatidz.
d. Perlu ada aturan atau ketentuan resmi dari BADKO LPQ Jawa Tengah tentang Penerbitan Sertifikat Kelulusan dari Santri LPQ.
2.Masalah Pendanaan
Mengingat semakin terbatas bantuan dana dari Pemerintah (APBD), maka kita tidak bisa terus menggantungkan diri kepada dana bantuan APBD tersebut. Perlu dicari terobosan untuk membangun kemandirian, misalnya melalui:
a.Melakukan usaha mandiri organisasi yang bisa dijadikan Sumber Pendanaan. Antara lain melalui lebih diefektifkannya kegiatan usaha Koperasi Badko LPQ.
b.Membangun dan meningkatkan Partisipasi Masarakat, bukan hanya sadar tentang pentingnya Pendidikan Al-Qur’an, akan tetapi sadar pula untuk mau membantu pembiayaan agar Pendidikan Al-Qur’an dapat terselenggara dengan sebaik-baiknya.
VII.PERLU PENINGKATAN ETOS KERJA
Dalam dunia kehidupan, berkaitan dengan upaya meraih kinerja yang optimal, sangat dibutuhkan ETOS KERJA (Semangat Kerja), yaitu:
“Sebuah keyakinan yang dimiliki oleh seseorang/lembaga dalam melakukan sesuatu hal dengan tekad untuk bekerja keras dan memberikan hasil yang terbaik”
Kiranya demikian halany, Etos Kerja ini sangat penting ditumbuhkan dalam menjalankan roda organisasi BADKO LPQ, agar kinerja BADKO LPQ tercapai dengan sebaik-baiknya.
Karena BADKO LPQ merupakan lembaga berbasis Al-Qur’an, maka ETOS KERJANYA pun harus berbasis pada nilai-nilai ajaran Al-Qur’an (Etos Kerja Qur’ani) yaitu:
“Etos Kerja yang berpijak kepada nilai-nilai atau sikap-sikap yang bersumber pada tuntunan atau ajaran Al-Qur’an”.
Berdasar kepada pemikiran dasar tersebut, kita dapat menginventarisir berbagai nilai atau sikap dasar yang harus menjadi ciri dari Etos Kerja yang berbasis nilai-nilai ajaran Al-Qur’an, antara lain sebagai berikut.
1.Visioner
Inspirasi mengenai sikap dasar ini, bisa kita dapatkan dalam ajaran Al-Qur’an tentang hakekat arah perjuangan hidup yang harus jauh ke masa depan berikut ini.
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ
“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi”. (QS:Al-Qashash:77).
Dalam konteks Etos Kerja, inspirasi milai ajaran Qur’an ini diwujudan dalam sikap VISIONER. Intinya bahwa dalam membangun kinerja kehidupan harus memiliki impian apa yang ingin dicapainya jauh ke depan.
2.Komitmen
Inspirasi mengenai prinsip ini, dapat kita temukan di dalam ajaran Al-Qur’an tentang prnsip berpegang teguh kepada Syari’at (ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan).berikut ini.
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah), dan janganlah kamu bercerai berai”. (QS:Ali-Imran:103).
Dalam konteks Etos Kerja, inpirasi ini dijabarkan dalam wujud dimilikinya Komitmen yang kuat terhadap segala ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam rangka membangun kinerja kehidupan.
Hal ini sangat penting dan sangat besar perannya dalam mendukung kinerja optimal seseorang dalam meraih cita-cita dan tujuan kehidupannya.
3.Integritas/Amanah
Inspirasi tentang hal ini, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’an beikut ini.
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ
“Dan (orang-orang yang sungguh beruntung) adalah orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”. (QS:Al-Mukminuun:8).
Dalam konteks Etos Kerja, sikap tersebut berhubungan langsung dengan masalah kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Baik buruknya kepercayaan orang lain terhadap kita, sangat ditentukan oleh sejauhmana seseorang memiliki integritas (mampu memegang janji).
3.Jujur
Inspirasi tentang pentingnya KEJUJURAN, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’a berikut ini.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (QS:At-Taubah:119).
Dalam konteks Etos Kerja, seperti halnya integritas dan amanah, kejujuranpun merupakan hal yang sangat penting, karena erat kaitannya dengan tingkat kepercayaan orang lain kepada kita.
4.Tanggung Jawab
Inspirasi tentang hal ini, dapat kta temukan dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
كُلُّ نَفۡسِۢ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”. (QS: Al-Muddatstsir: 38).
Dalam konteks Etos Kerja, hal ini dijabarkan dalam wujud kemampuan mempertanggunjawabkan segala kinerja kepada berbagai pihak yang berkompeten.
5.Ikhlas Bekerja
Inspirasi tentang hal ini, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’an tentang supaya menyembah Allah dengan tulus Ikhlas berikut ini.
وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan tulus Ikhlas”. (QS: Al-Bayyinah: 5).
Dalam konteks Etos Kerja, secara psikologis keikhlasan dalam mengerjakan sesuatu, punya pengaruh besar terhadap semangat bekerja yang pada gilirannya akan mendukung efektivitas dan produktivitas kerja.
6.Semangat Melayani (Berbuat Kebaikan)
Isnpirasi tentang hal ini, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’an tentang “berbuat baiklah terhadap orang lain”, berikut ini.
وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu”. (QS:Al-Qashash:77).
Dalam konteks Etos kerja, hal ini dapat dijabarkan dalam wujud dimilikinya “semangat melayani relasi (berbagai pihak yang terkait)”. Hal ini penting agar aktivitas membangun kinerja kita mendapat respon positif dari lingkungan (relasi).
7.Percaya Diri
Inspirasi tentang hal in, dapat ditemukan dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS:Ali-Imran:139).
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (QS:Al-Baqarah:286).
Dalam konteks Etos Kerja, percaya diri sangat diperlukan guna mendukung optimalisasi kemampuan berkinerja. Karena secara psikologis, percaya diri dapat meningkatkan efektivitas bekerja.
8.Berani Menghadapi Tantangan
Inspirasi tentang hal ini, dapat ditemukan dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS:Ar-Ra’d:11).
Dalam konteks Etos Kerja, salahsatu kunci kesuksesan seseorang dalam membangun kinerja dan menghadapi tantangan kehidupannya, adalah “sikap berani menghadapi tantangan itu sendiri”.
9.Optimistik dan Tidak Mudah Putus Asa
Inspirasi spirit ini, dapat kita temukan dengan merenungkan nlai ajaran dalam ayat Al-Qur’an berikut ini.
قَالَ وَمَن يَقۡنَطُ مِن رَّحۡمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ
“Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS: Al Hijr: 56).
10.Berfikir dan Beorientasi Kepada Produktivitas
Inspirasi Etos Kerja yang ini, terdapat dalam nilai ajaran ayat Al-Qur’an berikut ini.
فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (QS:Asy-Syarh:7).
Dalam konteks Etos Kerja, hal ini dijabarkan dalam wujud ketika kita telah berhasil mencapai sesuatu, segera gunakan kesempatan selanjutnya untuk mengukir capaian-capaian yang lainnya, sehingga produktivitas menjadi optimal.
11.Kompetitif
Inspirasi tentang hal ini, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٰتِۚ أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ
“Berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada”. (QS:Al-Baqarah:148).
Dalam konteks Etos Kerja, semangat berlomba dalam kebaikan ini, dijabarkan dalam wujud mampu menghadapi persaingan secara sehat, sportif, dan jauh dari kecurangan.
12.Hemat/Effisien
Inspirasi tentang kerja hemat dan efisien ini, kita dapati dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورٗا
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara Syaitan dan Syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.
Dalam konteks Etos Kerja, sikap ini dijabarkan dalam wujud upaya efisiensi dalam penggunaan berbagai sumber daya (waktu, biaya, tenaga, sarana, dsb).
13.Bersikap Dinamis (Memiliki Semangat Peningkatan)
Inspirasi tentang Spirit Etos Kerja yang ini, dapat kita temukan dalam ajaran Al-Qur’an berikut ini.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok”. (QS:Al-Hasyr:18).
Dalam konteks Etos Kerja, inspirasi ini dijabarkan dalam wujud mengevaluasi apa yang telah dicapai saat ini, lalu lakukan peningkatan di masa yang akan datang menuju capaian kinerja yang lebh baik lagi.
14.Pembelajar
Inspirasi tentang ini, bisa kita ambil dari perenungan terhadap ajaran Al-Qur’an berikut ini.
وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرٗا كَثِيرٗاۗ





